Asinan Daun Mamam: Kuliner Langka Khas Pasar lama Tangerang

Asinan Daun Mamam: Kuliner Langka Khas Pasar lama Tangerang

- in Featured
124
0


 
 
Asinan Daun Mamam: Kuliner Langka Khas Pasar lama Tangerang
 
Tangerang, Cosmopolitanpost.com
 
Pasar Lama Tangerang suatu lokasi pasar yang terdapat di daerah Tangerang, tak jauh dari stasiun KRL. Di pasar tersebut jika pagi sampai siang hari terdapat pedagang sayur, ikan laut segar, kue-kue, bunga segar. Di tempat itu juga terdapat Museum Benteng Heritage yang berisi koleksi budaya dan sejarah Peranakan Tionghoa. Di lokasi Pasar Lama jika sore hari sepanjang jalan digelar aneka jajanan, kuliner street food.

 
Semua hal terkait Pasar Lama Tangerang sangat menarik untuk ditulis. Namun ada satu jenis makanan yang tergolong langka yaitu asinan daun mamam yang dapat dijumpai sebagai olahan sayur yang telah difermentasi mirip sayur asin. Dibuat dari tumbuhan perdu, dijual perbungkus plastik ukuran satu kg dengan isi tak penuh seharga sepuluh ribu rupiah.
 
Mungkin sebagian dari kita agak bingung dengan jenis asinan tersebut. Karena selama ini yang kita tahu asinan sayur bumbu kacang ataupun asinan buah, demikian ujar Bu Win warga Kotabumi Tangerang.
“Saya dan keluarga jika kadang berkunjung ke Pasar Lama Tangerang, pasti membeli asinan mamam untuk dimakan sebagai pendamping nasi. Tanpa diolah hanya ditambah irisan cabe rawit dan emping goreng,” ujarnya.
 
Salah satu keluarga dari Grogol Jakarta Barat mereka sangat menyukai asinan mamam dicampur sambel terasi dan udang rebus. Rasanya mantap asem-asem segar. Apalagi jika disantap di siang hari. Udang rebus dapat diganti tahu kuning atau putih sesuai selera. Itu salah satu resep keluarga kami demikian ujar Haryanti.
 
Dulu saat mamah, papah masih ada, beliau yang memperkenalkan resep tersebut ujar salah satu pembeli asinan tersebut tatkala ditemui di Pasar Lama Tangerang.
 
Untuk memperoleh daun mamam yang sudah diasin itu lumayan agak sulit karena hanya dijumpai di kawasan tertentu yang sering ada di Pasar Lama Tangerang.
Mungkin banyak warga yang belum pernah mencicipi asinan mamam ini.
Dikutip dari sebuah laman bahan asinan mamam adalah tanaman mamam tumbuh liar di semak-semak. Tinggi mencapai 1 m, banyak bercabang yang ditumbuhin rambut halus dan berbau kurang enak sebelum diolah menjadi asinan.
Daun majemuk menjari beranak daun 3-5, letak berseling, bertangkai dengan panjang 4-6 cm. Letak anak daun duduk, bentuk bulat telur sungsang, panjang 2.5-5 cm, lebar 1-2 cm. daun mamam biasa diasinkan untuk dimakan sebagai lauk atau dibuat campuran masakan.
 
Daun mamam ini konon berkhasiat mengusir angin dan dingin, melancarkan peredaran darah dan meredakan nyeri dan lain-lain.
Selamat mencoba dan berburu makanan langka ini.
(Lili Judiarti)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Komite Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan APINDO Gelar “Expert Talk Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan”, Tema: Strategi Pengawasan Memastikan Keberlanjutan Program di era Digital. Sustanability – Solvability – Hospitality

Komite Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan APINDO Gelar