Dukung G20 Indonesia 2022, “Warta Ekonomi” Gelar Green Economy Indonesia Summit 2022

Dukung G20 Indonesia 2022, “Warta Ekonomi” Gelar Green Economy Indonesia Summit 2022

- in Featured, TNI-POLRI
137
0

 

Dukung G20 Indonesia 2022, “Warta Ekonomi” Gelar Green Economy Indonesia Summit 2022

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Warta Ekonomi Dalam Rangka mendukung G20 Indonesia 2022 mengadakan Green Economy Indonesia Summit 2022 di Hotel Bidakara tanggal 11-12 Mei 2022 secara hybrid (Zoom 1500 peserta, Youtube 1000 peserta dan Offline 100 peserta) dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan.

Adapun hadir sebagai narasumber secara offline acara Green Economy Indonesia Summit 2022 yang dibuka langsung oleh Airlangga Hartato (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) bersama CEO Warta Ekonomi, Wamen KLHK, Sekjen ESDM, Deputy Perekonomian Bapenas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penerapan ekonomi hijau atau green economy akan mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penerapan ekonomi hijau salah satunya dilakukan dengan implementasi kebijakan harga karbon dalam bentuk carbon cap and trade, serta pemungutan pajak karbon pada 2023.

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan arah kebijakan melalui Pembangunan Rendah Karbon. Dengan menggunakan Nationally Determined Contributions (NDC). Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030,”.

Airlangga menjelaskan bahwa peran pembiayaan sangat vital untuk mengisi kesenjangan pembiayaan dalam mendorong ekonomi hijau sehingga pemerintah mengeluarkan instrumen keuangan inovatif yakni Sukuk.

Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2022 akan tumbuh pada kisaran 3,5%-4%.Perkiraan ini juga didasari oleh capaian positif pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2022 yang tumbuh 5,01%. “Kuartal I 2022 kita tumbuh 5,01% secara tahunan (yoy). Ini lebih tinggi dari negara lain termasuk Tiongkok, Amerika Serikat dan kita hanya di bawah sedikit dari Vietnam. Dari IKK (Indkes Keyakinan Konsumen) dan dari behavior selama Ramadan dan Mudik, diperkirakan kuartal II 2022 akan mencapai 3,5-4%,”. Lebih lanjut, menurut Airlangga, saat ini motor dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2022 tidak lagi berasal dari belanja pemerintah, di mana realisasi program perlindungan sosial dikatakan sudah menurun.

Ekspor, impor dan investasi dikatakan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2022 ini, dan PMI manufaktur juga mencatatkan capaian positif sehingga sektor produksi terus ekspansi.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan arah kebijakan melalui Pembangunan Rendah Karbon. Dengan menggunakan Nationally Determined Contributions (NDC). Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Komite Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan APINDO Gelar “Expert Talk Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan”, Tema: Strategi Pengawasan Memastikan Keberlanjutan Program di era Digital. Sustanability – Solvability – Hospitality

Komite Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan APINDO Gelar