Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa di Tegal Alur, Wujud Persatuan dan Pelestarian Warisan Jakarta

banner 468x60

Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa di Tegal Alur, Wujud Persatuan dan Pelestarian Warisan Jakarta

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Semangat kebersamaan dan keberagaman mewarnai penyelenggaraan Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa yang digelar di wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya memperkuat persatuan masyarakat melalui pelestarian budaya yang telah lama menjadi bagian dari identitas Jakarta.

 

Tokoh Masyarakat Betawi sekaligus Ketua FBR Jakarta Barat, Jamil, mengatakan bahwa budaya Betawi lahir dari proses panjang akulturasi berbagai etnis yang datang dan menetap di Batavia, mulai dari Tionghoa, Arab, India, Jawa hingga Sunda.

 

“Betawi itu terbentuk dari perpaduan berbagai budaya yang datang ke Batavia. Karena itu, kegiatan akulturasi seperti ini penting untuk terus dilestarikan agar masyarakat memahami sejarah dan kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Jamil, kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

 

Menurutnya, festival budaya menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang terjadi saat ini.

 

“Masyarakat juga butuh hiburan dan ruang kebersamaan. Melalui festival budaya ini, kita ingin mengajak semua pihak untuk menjaga kampung, menjaga Jakarta, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” katanya.

 

Jamil berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak unsur budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

 

“Insya Allah tahun depan tidak hanya budaya Betawi dan Tionghoa, tetapi juga melibatkan berbagai suku dan budaya Nusantara agar semakin memperkuat rasa persaudaraan antarwarga,” tambahnya.

 

Selain menampilkan berbagai atraksi budaya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jamil menyebut pihaknya bersama pemerintah setempat berupaya memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

 

“Kami ingin membantu masyarakat yang memiliki usaha kecil agar memiliki tempat untuk berjualan dan berkembang. Karena UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Jamil juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta jajaran pemerintah wilayah mulai dari lurah, camat hingga wali kota yang dinilai aktif mendukung kegiatan kemasyarakatan dan kebudayaan.

 

“Alhamdulillah, dukungan dari pemerintah sangat luar biasa. Semua elemen dirangkul demi menjaga Jakarta tetap aman, nyaman, dan harmonis,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Tim Hukum FBR Jakarta Barat, Iwan Pratama Susanto, menilai Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa merupakan langkah positif dalam mempererat hubungan antarwarga.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.

 

“Kita hidup di Tanah Betawi yang sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang terbuka terhadap berbagai budaya. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat rasa persaudaraan dan menjaga kekompakan masyarakat,” ujar Iwan.

 

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui festival budaya dapat terus dijaga sehingga masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

 

“Kalau masyarakat bersatu dan kompak, maka tidak akan mudah digoyang oleh berbagai persoalan. Persatuan adalah modal utama untuk menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif,” tutupnya.

 

Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat demi mewujudkan Jakarta yang harmonis, aman, dan berbudaya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *