Bukti Nyata 91 tahun Dalam Kehidupan Joke Jemima Raturandang Sumual.
Jakarta, Indonesiatodays.com
Tuhan mengaruniakan kepa mbh llda Ibu Joke Jemima Raturandang Sumual anugerah yang tidak semua orang terima, yaitu usia yang panjang hingga 91 tahun. Namun, panjangnya usia beliau bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kesempatan yang dipakai untuk mengisi setiap musim kehidupan dengan kasih, pengabdian, dan kesetiaan.

Sembilan puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya ada perjuangan, pengorbanan, air mata, sukacita, doa yang tidak pernah berhenti, dan kasih yang terus mengalir. Tuhan mengizinkan beliau melewati setiap musim kehidupan agar semakin banyak orang merasakan berkat melalui kehadirannya.
Ibu Joke membuktikan bahwa usia yang diberkati Tuhan akan menemukan maknanya ketika dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya. Semakin bertambah umur, semakin matang pula kasihnya kepada Tuhan, semakin nyata pengabdiannya dalam pekerjaan, dan semakin hangat pelukannya bagi anak-anak serta enam cucunya. Kehadirannya menjadi tempat berteduh, sumber nasihat, dan teladan yang menguatkan seluruh keluarga.
Mungkin Tuhan memberi beliau usia yang panjang karena masih banyak kasih yang harus dibagikan, banyak doa yang harus dinaikkan, dan banyak kehidupan yang harus disentuh. Kini, setelah tugas itu diselesaikan dengan setia, Tuhan memanggil hamba-Nya pulang ke rumah yang kekal ( 15 September 1934 – 20 Juni 2026 ).
Usia 91 tahun bukanlah sekadar angka. Itulah bukti kemurahan Tuhan yang memampukan beliau meninggalkan jejak yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Sebab hidup yang panjang akan dikenang, tetapi hidup yang dipenuhi kasih akan dikenang untuk selamanya.
Yang dikenang bukan hanya lamanya hidup Ibu Joke, tetapi indahnya kehidupan yang beliau jalani. Semoga tulisan ini menjadi penghiburan dan penghormatan yang layak bagi ibu Joke serta keluarga yang ditinggalkan.
“Manusia datang dan pergi, tetapi kasih yang ditanamkan tidak pernah mati. Ibu Joke Jemima Raturandang Sumual telah menyelesaikan perjalanan hidupnya, namun iman yang diwariskannya tetap bertumbuh, karya yang ditinggalkannya tetap bermanfaat, dan kasihnya akan terus hidup di dalam hati keluarga dari generasi ke generasi. Itulah warisan yang tidak dapat dimakan usia dan tidak dapat dipisahkan oleh kematian.”
Kiranya damai sejahtera Kristus memenuhi hati seluruh keluarga. Semoga setiap kali nama Ibu Joke disebut, yang muncul bukan hanya rasa kehilangan, tetapi juga rasa syukur karena Tuhan pernah menghadirkan seorang ibu, oma, dan hamba-Nya yang begitu setia di tengah keluarga.
Ibu Joke memberi warisan pemikiran yang sangat kuat bagi kita semua yaitu :
“Tiga kebahagiaan manusia sejati adalah ketika hidup berbuah bagi Tuhan, bermanfaat dalam karya dan pekerjaan, serta bermakna bagi keluarga dan sesama”.
Itulah kenangan yang tidak berhenti saat seseorang meninggalkan dunia, karena buahnya akan terus hidup di hati banyak orang.
Ada orang yang dikenang karena jabatannya, ada yang dikenang karena kekayaannya. Namun Ibu Joke Jemima Raturandang Sumual akan dikenang karena kasihnya. Kasih kepada Tuhan yang diwujudkan dalam pelayanan, kasih kepada bangsa melalui karya, dan kasih kepada keluarga yang tidak pernah habis. Kepergian beliau memang meninggalkan air mata, tetapi kehidupan beliau meninggalkan cahaya yang akan terus menerangi langkah anak, cucu, dan setiap orang yang pernah mengenalnya.
Selamat beristirahat dalam damai bersama Sang Juruselamat. Sampai berjumpa kembali dalam kemuliaan Tuhan.
Kiranya Tuhan menghiburkan seluruh keluarga yang ditinggalkan dan menjadikan teladan hidup Ibu Joke, terus berbuah bagi generasi-generasi berikutnya. Amin.











