Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Muhammad Farhan Azis: Kuatkan Demokrasi Lewat Pemberdayaan dan Kepemimpinan Generasi Muda

banner 468x60

 

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Muhammad Farhan Azis: Kuatkan Demokrasi Lewat Pemberdayaan dan Kepemimpinan Generasi Muda

 

*JAKARTA, 22 Juli 2026*

 

 

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai Demokrat, *Muhammad Farhan Azis*, menjadi salah satu pembicara kunci dalam _Public Town Hall Indonesia Youth Democracy Forum_ (IYDF) 2026. Forum bertema “Next-Generation Civic Leadership and Democratic Resilience” itu diselenggarakan oleh _Foreign Policy Community of Indonesia_ (FPCI) di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Sekretariat FPCI, Mayapada Tower, Jakarta, Rabu (22/7).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pendiri FPCI, *Dr. Dino Patti Djalal*, bersama Direktur KAS Indonesia dan Timor Leste, *Jan Senkyr*. Hadir pula para pemimpin muda, akademisi, diplomat, jurnalis, dan aktivis dari berbagai daerah. IYDF 2026 dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk menjawab tantangan demokrasi Indonesia di tengah dinamika global, disinformasi, dan rendahnya partisipasi politik kaum muda.

Dalam pemaparannya, Farhan menyoroti urgensi pendidikan politik yang harus segera bertransformasi. Ia menilai model pendidikan politik yang masih seremonial, kaku, dan hanya berbasis ceramah sudah tidak relevan lagi bagi generasi Z dan Alpha. “Pendidikan anak muda tidak harus kaku, tetapi harus berorientasi pada hasil. Kita perlu mengurangi sekat-sekat seremonial yang tidak terlalu penting dan lebih fokus pada hal-hal yang substantif,” tegasnya.

Menurut legislator Partai Demokrat itu, dunia bergerak sangat cepat sehingga generasi muda butuh bekal yang praktis dan aplikatif. Ia mendorong agar pendidikan politik dikemas secara interaktif: melalui simulasi sidang, magang di DPRD, pelatihan advokasi kebijakan, hingga penggunaan media digital sebagai alat kampanye gagasan. Tujuannya agar anak muda tidak hanya paham teori demokrasi, tapi juga mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

Farhan juga menekankan pentingnya membangun jembatan langsung antara anak muda dengan para pengambil kebijakan. Forum seperti IYDF, kata dia, menjadi ruang penting agar generasi muda bisa melihat dari dekat bagaimana proses demokrasi berjalan, mulai dari perumusan kebijakan hingga pengambilan keputusan di parlemen. “Lewat interaksi ini, anak muda terdorong untuk tidak hanya jadi penonton, tapi ikut masuk ke gelanggang,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Farhan memperkenalkan *Pemilu Muda Project BMP*. Ini adalah komunitas sosial dan wadah pendidikan politik yang ia gagas untuk membekali anak muda dengan literasi demokrasi, kepemimpinan, dan keterampilan berorganisasi. “Program ini akan kita kembangkan dari tingkat nasional hingga ke daerah-daerah. Tujuannya satu: melahirkan lebih banyak anak muda yang berani dan mampu berkontribusi dalam proses demokrasi,” jelasnya.

Selain partisipasi politik, Farhan juga menyoroti tantangan besar di ruang digital. Ia menyebut banjir hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi menjadi ancaman serius bagi ketahanan demokrasi. Namun ia mengingatkan, upaya penanganannya tidak boleh mengorbankan kebebasan berpendapat. “Selama informasi yang disampaikan objektif dan benar, itu harus diberikan ruang. Tetapi fitnah tentu tidak boleh. Pemerintah harus mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah secara adil, sementara media juga harus terus mengedepankan verifikasi,” tegasnya.

Sebagai politisi muda, Farhan mengajak rekan-rekannya untuk tidak alergi terhadap partai politik. Ia mencontohkan banyak negara maju yang anak mudanya justru aktif berpolitik lewat partai. “Kita ingin membuktikan bahwa politik adalah ruang yang terbuka bagi generasi muda. Partai politik harus menjadi rumah belajar, bukan tempat yang menakutkan,” katanya. Keterlibatan langsung di partai, menurutnya, adalah cara paling efektif untuk mengubah kebijakan dari dalam.

IYDF 2026 sendiri merupakan bagian dari komitmen FPCI dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Organisasi yang didirikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. Dino Patti Djalal, ini selama ini dikenal aktif membangun dialog antara diplomat, akademisi, pembuat kebijakan, dan publik. Melalui forum ini, FPCI berharap lahir lebih banyak pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan punya daya juang untuk menjaga demokrasi.

Di akhir sesi, Farhan menutup dengan ajakan: demokrasi tidak akan kuat jika hanya dijaga oleh segelintir orang. “Demokrasi masa depan ada di tangan anak muda. Kalau kita tidak siapkan mereka hari ini, 10 tahun ke depan kita akan kehilangan estafet kepemimpinan. Mari kita berdayakan mereka sekarang,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *