Tahun 2026 Jadi Momentum Yayasan Kreshna Medika Kuatkan Pemulihan Ekonomi Penyintas Stroke

banner 468x60

Tahun 2026 Jadi Momentum Yayasan Kreshna Medika Kuatkan Pemulihan Ekonomi Penyintas Stroke

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Yayasan KRESHNA MEDIKA menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memulihkan kesehatan penyintas stroke, tetapi juga ekonomi mereka.

Hal ini disampaikan dalam Musyawarah Nasional Komunitas BEPers Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Ketua Umum Haryanto Suryo Panguripan menyebut stroke sering kali diikuti dengan kehilangan pekerjaan dan penurunan pendapatan keluarga.

“Dampak stroke tidak berhenti di rumah sakit. Beban ekonomi dan sosialnya sangat berat,” ungkap Haryanto.

Oleh karena itu yayasan mengembangkan pendekatan holistik melalui model SHINE.

 

Salah satu pilar utama SHINE adalah Economic Empowerment atau pemberdayaan ekonomi.

Melalui pilar ini, penyintas diberikan pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, dan edukasi kewirausahaan.

Yayasan juga menggandeng perbankan dan lembaga pemerintah untuk membuka akses pembiayaan bagi penyintas.

“Target kami tahun 2026 adalah melahirkan lebih banyak penyintas stroke yang menjadi pelaku usaha mandiri,” kata Haryanto.

Selain ekonomi, empat pilar lain SHINE adalah Spiritual, Health, Inner Strength, dan Networking.

 

Kelima pilar ini dijalankan secara terintegrasi agar pemulihan berjalan menyeluruh.

Ketua Harian Suhadi SH menyebut yayasan sudah memiliki 2 pusat layanan rehabilitasi di berbagai wilayah.

Layanan ini bekerja sama dengan rumah sakit untuk menjangkau lebih banyak penyintas.

Saat ini KRESHNA MEDIKA memiliki 6.800 anggota dari kalangan penyintas, keluarga, tenaga kesehatan, dan relawan.

Anggota tergabung dalam komunitas Masyarakat Peduli Stroke yang tersebar di Indonesia.

Yayasan juga aktif mendampingi penyintas mengurus hak sebagai penyandang disabilitas.

Dengan begitu mereka bisa mengakses layanan publik dan bantuan sosial dari pemerintah.

Suhadi menekankan pentingnya produktivitas penyintas agar tidak bergantung pada bantuan terus-menerus.

“Mereka punya potensi. Tinggal kita beri bekal keterampilan dan dukungan,” ujarnya.

Untuk mendukung kesehatan, yayasan bekerja sama dengan Komunitas BEPers Indonesia dalam latihan BIO ENERGY POWER.

Latihan ini berupa olah napas dan gerak yang aman dilakukan penyintas sesuai kondisi fisik.

Metode BEP dinilai efektif karena bisa dilakukan duduk, berdiri, maupun bersila.

Haryanto juga menyoroti meningkatnya kasus stroke di usia produktif dan remaja.

“Pencegahan dan edukasi pola hidup sehat harus dimulai dari sekarang,” katanya.

Ke depan, yayasan akan memperluas jejaring hingga internasional melalui World Stroke Organization dan Yayasan Duta KRESHNA Indonesia.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *