Barantin dan Selandia Baru Perkuat Biosekuriti, Buka Akses Pasar Komoditas Indonesia

banner 468x60

 

Barantin dan Selandia Baru Perkuat Biosekuriti, Buka Akses Pasar Komoditas Indonesia

 

Jakarta (1/9), Indonesiatodays.com

 

Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Industri Primer Selandia Baru (Ministry for Primary Industries/MPI) memperkuat kolaborasi di bidang biosekuriti dan karantina sekaligus mendorong perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia ke Selandia Baru.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dengan Kepala Kementerian Industri Primer Selandia Baru Ray Smith, Kepala Biosekuriti MPI Stuart Anderson, dan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Taula di Jakarta, Selasa (1/9).

Karding mengatakan Selandia Baru merupakan mitra strategis bagi Indonesia dalam penguatan sistem biosekuriti. Menurutnya, pengalaman Selandia Baru dalam membangun sistem biosekuriti dapat menjadi referensi bagi Indonesia.

“Kami melihat Selandia Baru sebagai mitra strategis. Pengalaman dan praktik biosekuriti Selandia Baru dapat menjadi benchmark bagi Indonesia dalam memperkuat sistem karantina,” ujar Karding.

Menurut Karding, sistem biosekuriti yang kuat tidak hanya melindungi pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan dari ancaman hama dan penyakit, tetapi juga menjadi prasyarat penting bagi perdagangan komoditas yang aman dan berkelanjutan.

Ray Smith menyambut positif penguatan hubungan kedua negara di bidang biosekuriti. Ia menilai kerja sama pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat mendukung perdagangan yang aman sekaligus memastikan komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan.

“Penguatan biosekuriti merupakan fondasi penting bagi perdagangan yang aman dan berkelanjutan. Selandia Baru menyambut baik peluang untuk terus membangun hubungan dengan Badan Karantina Indonesia melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman,” ujar Ray Smith.

Tiga Fokus Kolaborasi

Dalam pertemuan tersebut, Barantin mengusulkan tiga fokus kolaborasi, yakni penyelarasan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan protokol kesehatan untuk lalu lintas hewan, produk hewan, ikan, dan tumbuhan.

Selanjutnya, pengembangan pelatihan teknis bagi pejabat karantina Indonesia, khususnya dalam deteksi dini dan manajemen laboratorium untuk penyakit strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Brucellosis.

Kolaborasi juga diarahkan pada penerapan E-Certificate dan tindakan karantina pre-border untuk memperkuat pengawasan dan mitigasi risiko sebelum komoditas memasuki wilayah Indonesia.

Penguatan kapasitas tersebut juga mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan produktivitas susu nasional. Salah satunya melalui pengembangan peternakan sapi perah dan peningkatan mutu genetik, termasuk rencana impor sapi dari Selandia Baru.

Barantin memastikan lalu lintas sapi dan komoditas hewan lainnya memenuhi prinsip biosekuriti serta mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan. Tindakan karantina berbasis sains menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan pengembangan sapi perah nasional.

Dorong Ekspor Komoditas Unggulan

Di sisi perdagangan, Karding mendorong agar penguatan hubungan teknis kedua negara turut membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan sektor hewan, ikan, dan tumbuhan tahun 2024, ekspor Indonesia ke Selandia Baru tercatat USD872 juta, sementara impor mencapai USD1,22 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan defisit perdagangan Indonesia sebesar USD351 juta.

Sejumlah komoditas Indonesia yang dinilai berpotensi dikembangkan pasarnya di Selandia Baru antara lain sarang burung walet, bulu unggas, ikan hias laut dan air tawar, udang vanamei, kepiting bakau, serta tuna, tongkol, dan cakalang.

Peluang juga terbuka untuk komoditas hortikultura dan kehutanan, seperti rempah-rempah, mangga, manggis, salak, pisang, kayu, dan produk kayu.

Karding menegaskan, penguatan biosekuriti dan akses pasar merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Sistem karantina yang kuat memberikan jaminan kesehatan dan keamanan komoditas sekaligus mendukung kelancaran perdagangan.

“Barantin siap mengawal penuh implementasi kolaborasi dengan Kementerian Industri Primer Selandia Baru untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara,” tegasnya

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *