CV Rumah Jeddiah Perluas Pasar Ekspor, Sandal Kulit Buatan Tangan Indonesia Tembus Timur Tengah hingga Amerika

banner 468x60

CV Rumah Jeddiah Perluas Pasar Ekspor, Sandal Kulit Buatan Tangan Indonesia Tembus Timur Tengah hingga Amerika

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Produk alas kaki buatan Indonesia terus menunjukkan potensi untuk bersaing di pasar internasional. CV Rumah Jeddiah, produsen sandal asal Jawa Timur, menjadi salah satu pelaku usaha yang berupaya memperluas jangkauan pasar ekspor dengan mengandalkan produk buatan tangan, kualitas, serta harga yang kompetitif.

Marketing Manager CV Rumah Jeddiah, John Ricky Mersoedhi, mengatakan bahwa produk perusahaannya telah menembus sejumlah negara, mulai dari Kuwait, Libya, Qatar, Somalia, Australia hingga Amerika Serikat.

Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Menurut John, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk alas kaki Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing dan mendapatkan tempat di pasar global.

Ia menjelaskan, CV Rumah Jeddiah menghadirkan produk dengan dua pilihan bahan, yakni kulit asli atau genuine leather dan kulit sintetis. Variasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan serta segmen pasar yang dibidik, mulai dari konsumen yang mencari produk ekonomis hingga pasar premium.

“Kalau segmennya lebih terjangkau, kami menyediakan bahan sintetis. Sementara untuk pasar premium, kami menawarkan kulit asli. Jadi, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

John menambahkan, pasar Timur Tengah dan Afrika menjadi salah satu tujuan utama ekspor perusahaan. Pengiriman bahkan dilakukan dalam jumlah besar menggunakan kontainer, seiring dengan permintaan pasar yang dinilai sesuai dengan karakteristik produk sandal yang mereka hasilkan.

Menurutnya, sandal menjadi salah satu produk alas kaki yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut, termasuk untuk aktivitas sehari-hari dan keperluan beribadah.

Menurutnya, sandal menjadi salah satu produk alas kaki yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut, termasuk untuk aktivitas sehari-hari dan keperluan beribadah.

Dari sisi produksi, CV Rumah Jeddiah mengandalkan keterampilan para perajin dalam menghasilkan produk secara handcrafted atau buatan tangan. Proses tersebut dinilai memberikan nilai tambah karena menghadirkan sentuhan keterampilan manusia yang tidak sepenuhnya bergantung pada mesin.

“Kami membawa produk Indonesia yang dibuat dengan keterampilan tangan manusia. Ada unsur seni dan ketelitian di dalamnya. Inilah salah satu keunggulan yang membuat produk kami mampu bersaing dengan produk dari negara lain, termasuk China,” ungkap John.

Selain mengedepankan proses produksi, perusahaan juga menawarkan harga yang kompetitif. Sandal pria, misalnya, dibanderol mulai dari Rp80.000. Sementara itu, sejumlah model formal ditawarkan dengan harga sekitar US$6 atau setara kurang lebih Rp100.000, sedangkan model lainnya berada di kisaran Rp140.000.

Kombinasi antara keterampilan perajin, pilihan bahan, desain, dan harga tersebut menjadi modal perusahaan untuk menjangkau konsumen di dalam maupun luar negeri.

John menyebutkan, kegiatan produksi CV Rumah Jeddiah berpusat di Jawa Timur, dengan sejumlah lokasi yang disebut berada di wilayah Kertol, Sidoarjo, dan Surabaya.

Keikutsertaan dalam ajang pameran menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada calon pembeli baru, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas. Tahun ini, CV Rumah Jeddiah menargetkan perluasan pasar ekspor di luar negara-negara yang selama ini telah menjadi tujuan pengiriman produknya.

Perusahaan juga membuka peluang pemberian harga khusus bagi pembeli dengan volume pemesanan yang lebih besar. Strategi tersebut diharapkan dapat menarik minat mitra dagang sekaligus memperkuat jaringan distribusi internasional.

Lebih jauh, John berharap produk alas kaki Indonesia kembali memperoleh posisi yang kuat di pasar dunia. Ia menilai Indonesia pernah menjadi salah satu tujuan penting bagi pembeli asing untuk mencari produk alas kaki, terutama pada era 1990-an.

Namun, menurutnya, persaingan industri yang semakin ketat membuat Indonesia perlu terus memperkuat daya saing, inovasi, serta promosi produk dalam negeri agar tidak semakin tertinggal dari negara produsen lain.

“Kami ingin membangkitkan kembali kejayaan industri alas kaki Indonesia. Dahulu, pada era 1990-an, Indonesia menjadi tujuan negara-negara luar untuk mencari produk. Kami berharap melalui upaya ini, semakin banyak pembeli internasional kembali melirik Indonesia sebagai tempat mencari dan memproduksi alas kaki,” tuturnya.

Upaya CV Rumah Jeddiah memperluas pasar ekspor menjadi gambaran bahwa produk kerajinan Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang di tengah persaingan global. Dengan memperkuat kualitas, menjaga harga tetap kompetitif, dan memperluas jaringan pemasaran, produk lokal diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *