Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian RI, Solehan, S.P., M.M., Buka INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026

banner 468x60

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian RI, Solehan, S.P., M.M., Buka INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri permesinan nasional untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, penguasaan teknologi, inovasi, serta kemampuan rekayasa guna memperkuat fondasi manufaktur Indonesia dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian RI, Solehan, S.P., M.M., saat memberikan sambutan pada pembukaan INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 di Jakarta International Expo (JI-EXPO) Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/08/2026).

Pameran yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri, produsen teknologi, investor, asosiasi, serta pengguna mesin dan peralatan industri.

Mengusung tema “Unlocking Industrial Growth, Powering Indonesia’s Future” serta mengedepankan konsep “Machine Making Machine”, INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 menghadirkan berbagai perkembangan teknologi permesinan, solusi industri, dan inovasi manufaktur terkini.

Dalam sambutannya, Solehan menegaskan bahwa sektor industri permesinan dan alat mesin pertanian merupakan sektor strategis karena memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional, meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan daya saing Indonesia.

“Berdasarkan data pertumbuhan industri Triwulan I Tahun 2026, sektor industri mesin dan perlengkapan menunjukkan pemulihan yang sangat kuat dengan pertumbuhan mencapai 13,98 persen secara year-on-year,” ujar Solehan.

Pertumbuhan tersebut, lanjutnya, jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen dan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,15 persen.

Menurut Solehan, pertumbuhan sektor industri mesin dan perlengkapan antara lain didorong meningkatnya permintaan mesin dan peralatan industri, khususnya alat berat, yang ditopang pembangunan infrastruktur, ekspansi industri pertambangan, serta meningkatnya aktivitas manufaktur nasional.

Tak hanya dari sisi pertumbuhan produksi, sektor tersebut juga menunjukkan peningkatan dari sisi investasi.

Realisasi investasi sektor industri permesinan dan alat mesin pertanian pada 2025 tercatat mencapai Rp39,72 triliun, meningkat dibandingkan 2024 sebesar Rp32,68 triliun, atau tumbuh sekitar 21,54 persen.

“Dominasi PMA tersebut mengindikasikan semakin kuatnya kepercayaan investor asing terhadap prospek industri manufaktur mesin dan perlengkapan di Indonesia,” jelasnya.

Jangan Hanya Jadi Pasar Mesin Impor
Solehan menilai momentum pertumbuhan dan peningkatan investasi tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan pendalaman struktur industri nasional.

Menurut dia, meningkatnya kebutuhan terhadap mesin dan peralatan industri tidak boleh hanya berujung pada meningkatnya impor. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas produksi nasional dan membangun ekosistem industri permesinan yang semakin mandiri.

“Kita perlu memastikan bahwa peningkatan permintaan terhadap mesin dan peralatan industri tidak hanya dipenuhi melalui impor, tetapi juga menjadi peluang bagi penguatan kapasitas produksi nasional, peningkatan investasi bernilai tambah tinggi, pengembangan industri komponen, serta peningkatan keterhubungan antara industri hulu dan hilir,” tegas Solehan.

Ia menambahkan, perubahan teknologi yang berlangsung cepat dan dinamika rantai pasok global yang semakin kompleks membuat industri manufaktur nasional harus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok.

Ketergantungan terhadap mesin, komponen, dan teknologi produksi dari luar negeri, menurutnya, dapat menjadi tantangan apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kemampuan industri dalam negeri.

Karena itu, pengembangan industri permesinan tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga harus mencakup penguasaan teknologi, peningkatan kemampuan rekayasa dan desain, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas dan standardisasi produk, serta penguatan keterkaitan dengan industri pengguna.

Machine Making Machine

Solehan mengatakan arah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui inisiatif Machine Making Machine (3M) dan kerangka transformasi Making Indonesia 4.0.

Konsep 3M menempatkan industri permesinan sebagai salah satu fondasi dalam membangun kemampuan manufaktur nasional. Sementara itu, Making Indonesia 4.0 mendorong transformasi industri melalui pemanfaatan teknologi digital, otomasi, konektivitas, dan sistem produksi yang semakin cerdas.

“Transformasi industri perlu kita dorong secara bersamaan dari dua sisi. Pertama, meningkatkan kemampuan industri nasional untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Kedua, membangun kemampuan industri dalam negeri untuk menghasilkan mesin, peralatan, komponen, dan solusi teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan industri nasional dan memiliki daya saing di pasar global,” paparnya.

Dalam konteks tersebut, Solehan menilai penyelenggaraan INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 memiliki relevansi strategis dalam memperkuat daya saing industri nasional.

Pameran ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang eksibisi produk dan teknologi, tetapi berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan kebutuhan industri dengan teknologi, investasi, serta kemampuan manufaktur nasional.

Berbagai teknologi yang ditampilkan mencakup metalworking dan CNC machine tools, robotika industri, smart manufacturing, factory operations, predictive maintenance, heavy equipment, alat mesin pertanian, Industrial IoT, digital twin, hingga solusi energi berkelanjutan.

Lebih dari itu, pameran diharapkan mampu mendorong terciptanya kerja sama konkret dalam berbagai bentuk, mulai dari investasi, business matching, transfer teknologi, kemitraan industri, pengembangan produk, hingga integrasi ke dalam rantai pasok nasional dan global.

Perkuat Ekosistem Manufaktur Nasional
Dengan mempertemukan pelaku industri, investor, penyedia teknologi, asosiasi, dan pengguna mesin, INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan investasi di sektor manufaktur.

Solehan berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi industri permesinan Indonesia sehingga tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu berkembang menjadi produsen mesin, komponen, dan solusi teknologi industri yang kompetitif.

“Semoga Pameran Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri nasional,” pungkasnya.

Dengan mengusung semangat “Machine Making Machine”, pameran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat visi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya memiliki pasar manufaktur yang besar, tetapi juga memiliki kemampuan teknologi dan industri yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing global.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *