Hunian Dekat Stasiun Manggarai Disiapkan, 1.232 Unit Rusun Ditawarkan dengan FLPP
JAKARTA, Indonesiatodays.com
Kawasan Stasiun Manggarai akan mendapatkan tambahan hunian vertikal melalui pembangunan rumah susun berbasis Transit Oriented Development (TOD). Proyek yang memanfaatkan lahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut akan menyediakan 1.232 unit hunian.
Peletakan batu pertama pembangunan rusun dijadwalkan berlangsung Jumat (21/8). Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah melakukan peninjauan ke lokasi proyek.
Maruarar memastikan pembangunan rusun di kawasan Manggarai segera dimulai. Ia menyebut groundbreaking proyek tersebut akan dilakukan pada Jumat setelah dirinya melihat langsung kondisi lokasi.
Hunian vertikal ini akan dikembangkan di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai. Total lahan yang digunakan mencapai sekitar 21.939 meter persegi, terdiri dari Blok F seluas 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.
Lahan tersebut berstatus Hak Pakai PT KAI dan berada di kawasan dengan peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1).
Rancangan bangunan dibuat dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta aturan KKOP. Bangunan memiliki batas ketinggian maksimal 151 meter, KDB maksimal 55 persen, dan KLB maksimal 11. Ketinggian bangunan dapat mencapai maksimal 36 lantai.
Konsep TOD membuat akses menuju transportasi publik menjadi salah satu daya tarik utama. Lokasi hunian berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai atau sekitar empat menit perjalanan dengan berjalan kaki.
Selain akses stasiun, penghuni juga akan mendapatkan dukungan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tersedia di sekitar kawasan dalam radius hingga tiga kilometer.
Proyek ini terdiri atas tiga menara utama dengan total 1.232 unit hunian. Sebanyak 150 unit ruang ritel turut disiapkan untuk mendukung kegiatan ekonomi di kawasan, masing-masing 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Pilihan hunian meliputi Tipe 28, Tipe 36, dan Tipe 45. Tipe 28 berkonsep studio dengan luas sekitar 28 meter persegi, satu kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang tamu.
Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Sementara Tipe 45 menawarkan luas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta ruang keluarga.
Untuk pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan melalui skema FLPP. Skema tersebut menggunakan suku bunga 6 persen dengan tenor pembiayaan hingga 40 tahun.
Pembangunan Blok G ditargetkan dimulai pada Agustus 2026, sementara Blok F dijadwalkan mulai dibangun pada Oktober 2026.
Dengan lokasi yang terhubung dengan Stasiun Manggarai, proyek ini diarahkan menjadi alternatif hunian perkotaan yang mengutamakan kemudahan mobilitas dan akses terhadap transportasi umum.











