Tika Indria (Program Director Iswara Jakarta): Inovasi Digital dan Sentuhan Manusia Jadi Kunci Kebangkitan Radio Kontemporer

banner 468x60

Tika Indria (Program Director Iswara Jakarta): Inovasi Digital dan Sentuhan Manusia Jadi Kunci Kebangkitan Radio Kontemporer

 

​Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Industri siaran radio kini kembali menunjukkan taji dan kebangkitannya di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Tika Indria, selaku Program Director Radio Iswara Jakarta, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan radio saat ini adalah kemampuan untuk menyelaraskan diri (inline) dengan platform digital, tanpa menghilangkan sentuhan manusia (human touch) yang menjadi keunggulan utamanya.

​Dalam wawancara khususnya dengan beberapa awak media di kantor PWNU Jakarta (7/10/26), Tika Indria menjelaskan bahwa integrasi siaran radio ke berbagai platform media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram memberikan dampak positif yang signifikan. Tidak hanya meningkatkan engagement dengan pendengar, strategi ini juga membuka peluang monetisasi baru bagi pihak pengiklan (brand).

​Integrasi Digital dan Daya Tarik Bagi Generasi Z

​Strategi pemasaran dan penyiaran kini tidak hanya terbatas pada siaran on-air, tetapi juga merambah ke placement produk di platform digital, termasuk fitur live streaming dan penjualan melalui keranjang kuning di TikTok setelah jam siaran.

​Untuk menggaet pendengar dari kalangan Generasi Z (Gen Z), Iswara Jakarta menerapkan strategi khusus pada slot siaran malam (pukul 20.00 – 23.00 WIB) dengan memutarkan lagu-lagu dari musisi independen (indie).

​”Lagu-lagu indie saat ini sangat digemari oleh Gen Z. Dengan memutarkan musik indie di siaran malam, kami memberikan wadah bagi pendengar untuk menikmati musik favorit mereka di radio, sekaligus membangun interaksi secara real-time yang tidak bisa didapatkan hanya dari platform pemutar musik biasa,” ujar Tika Indria.

​Komitmen “Anti-AI” Demi Pertahankan Sentuhan Manusia

​Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di industri media, Iswara Jakarta secara tegas menyatakan komitmennya untuk tetap memprioritaskan penyiar manusia (anti-AI untuk siaran on-air).

​Tika menegaskan bahwa keunggulan utama radio dibanding platform lain—seperti podcast atau penyedia berita berbasis AI—adalah interaksi emosional dan hubungan real-time antara penyiar dan pendengar.

​”Kami menegaskan bahwa Iswara ‘anti-AI’ untuk siaran on-air. Membaca berita atau menyapa pendengar harus tetap memiliki human touch. Interaksi langsung, kehangatan, serta hubungan emosional dengan pendengar adalah ruh dari siaran radio yang tidak bisa digantikan oleh teknologi AI,” tambah Tika.

Meski demikian, penggunaan teknologi modern tetap ditoleransi secara bijak pada proses kreatif di balik layar, seperti penyusunan draf naskah.

​Sinergi Antar-Stasiun Radio

​Tika juga menyambut positif kebangkitan stasiun-stasiun radio lainnya di Indonesia. Menurutnya, persaingan di industri radio saat ini bergeser menjadi bentuk kolaborasi dan saling mendukung untuk kembali menghidupkan ekosistem penyiaran nasional.

​Dengan semangat integrasi digital, konten musik yang relevan, dan komitmen mempertahankan kehangatan interaksi manusia, Iswara Jakarta optimistis industri radio akan terus relevan dan dicintai oleh berbagai generasi penonton maupun pendengar.

​Tentang Iswara Jakarta:

Iswara Jakarta adalah stasiun radio penyiaran yang menghadirkan beragam informasi, hiburan, dan musik terkini bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, dengan berkomitmen menjaga interaksi yang hangat dan relevan bagi para pendengarnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *