PT Repower Asia Indonesia Tbk (BEI: REAL) Gelar Public Expose 2026,
Jakarta, Indonesiatodays.com
PT Repower Asia Indonesia Tbk (BEI: REAL) menggelar Public Expose pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Graha Repower Asia Lantai 4, Jalan Warung Buncit Raya No. 65, Jakarta Selatan. Agenda RUPS menjadi momentum bagi manajemen untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Perseroan sekaligus memaparkan strategi bisnis di tengah dinamika industri properti nasional.
Dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, PT Repower Asia Indonesia Tbk membukukan penjualan sebesar Rp1,5 miliar. Meski masih mencatat pendapatan operasional, Perseroan menghadapi tekanan kinerja akibat meningkatnya beban usaha sehingga membukukan rugi bersih sebesar Rp2,54 miliar pada kuartal I-2026.
Penjualan Perseroan pada tiga bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp1,5 miliar, sedikit menurun dibandingkan Rp1,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan mencapai Rp990,86 juta, sehingga menghasilkan laba bruto Rp509,14 juta. Namun, peningkatan beban administrasi dan umum menjadi Rp2,11 miliar, ditambah beban pemasaran serta beban lain-lain, membuat Perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp1,61 miliar. Setelah memperhitungkan pajak final, rugi bersih periode berjalan mencapai Rp2,54 miliar, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp203,33 juta pada kuartal I-2025.
Di tengah tekanan laba, kondisi fundamental Perseroan masih terjaga. Hingga 31 Maret 2026, total aset PT Repower Asia Indonesia Tbk tercatat sebesar Rp374,37 miliar, dengan aset terbesar berupa tanah untuk pengembangan senilai Rp298,20 miliar, yang menjadi modal penting bagi pengembangan proyek-proyek properti di masa mendatang.
Dari sisi struktur keuangan, Perseroan memiliki total ekuitas sebesar Rp372,31 miliar, sementara total liabilitas hanya Rp2,06 miliar. Rasio utang yang relatif rendah menunjukkan posisi permodalan yang kuat serta memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menjalankan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, posisi kas dan bank pada akhir Maret 2026 tercatat Rp376,79 juta, turun dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp925,80 juta. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan kas untuk aktivitas operasional sebesar Rp549 juta selama tiga bulan pertama tahun berjalan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembelian, penjualan, pengelolaan, dan pengembangan real estat, PT Repower Asia Indonesia Tbk tetap berfokus pada penguatan portofolio aset serta optimalisasi proyek-proyek properti yang dimiliki. Melalui penyelenggaraan RUPS Tahunan 2026, Perseroan diharapkan memperoleh dukungan para pemegang saham dalam menjalankan strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan di tengah tantangan industri properti.











